Popularitas Tinju di Thailand: Dari Amatiran ke Profesional

Berkat budaya seni bea diri yang kian hidup di Thailand, tinju telah menjadi olahraga yang paling cepat berkembang di Thailand.

Selain itu, petarungnya menjadi yang paling ditakuti di panggung profesional. Ini disebabkan karena pengalaman mereka sebagai atlet olahraga nasional yaitu, Muay Thai.

Dalam rentang waktu yang begitu singkat, baik petinju amatiran maupun profesional memiliki cakupan yang luas. Transisi dari petinju Muay Thai cukup membantu seni bela diri mereka yang paling ditakuti karena mereka telah memiliki kekuatan yang luar biasa, yakni kekuatan pukulan.

Karena reputasi yang dimiliki Muay Thai hingga membuat banyak orang dari penjuru dunia untuk belajar Muay Thai langsung ke Thailand. Mereka menganggap belajar Muay Thai lebih dari sekedar kickboxing.

Di artikel ini, kami menjelaskan bagaimana tinju menjadi hal yang sangat berharga di Thailand.

Tinju Amatiran

Thailand adalah salah satu fondasi utama dalam olahraga tinju di Asia Tenggara. Persaingan Thailand dan Filipina layak menjadi sorotan di wilayah tersebut.

Petinju Thailand telah memenangkan 15 medali Olimpiade dalam tinju, menjadikan olahraga ini menempati posisi kedua terbaik setelah angkat besi. Medali pertama mereka merupakan medali pertama untuk negara mereka. Berkat mendiang petinju kelas terbang ringan Payao Poontarat pada 1976. Dan kemudian memenangkan gelar kelas terbang super WBC tahun 1983 sebagai seorang profesional.

Dua puluh tahun kemudian (dengan dua perunggu dan satu perak), petinju kelas bulu Somluck Kasing mengalahkan Serafim Todorov dari Bulgaria untuk merebut gelar Olimpiade pertama mereka.

Somjit-Jongjohor
Somjit Jongjohor

Petinju Kelas Terbang, Somjit Jongjohor bisa dibilang adalah petinju amatiran terhebat. Alasannya adalah karena ia adalah satu-satunya petinju Thailand yang memenangkan gelar Dunia AIBA dan Emas di Olimpiade dalam waktu lima tahun.

Kemenangan Jongjohor tahun 2003 di kandang sendiri di AIBA World adalah salah satu dari lusinan medali yang mereka raih dalam kompetisi tersebut.

Petinju Profesional

Pertarungan tinju di Thailand dimulai dengan iming-iming hadiah. Para pemuda Thailand pun ikut meramaikan Muay Thai. Mereka berharap jika Muay Thai menjadi cara mereka untuk mengangkat keluarga dari kemiskinan.

Flyweight Pone Kingpetch menjadi juara dunia pertama dari negara Land of Smiles ini. Penduduk asli Hua Hin ini mencopot Pascual Perez asal Argentina untuk merebut sabuk NBA (sekarang WBA) dan RING pada tahun 1960.

Kelas Welter Ringan, Saensak Muangsurin dikenal karena rekornya sebagai Juara Dunia tercepat, setelah bertarung (dan memenangkan) tiga pertarungan profesional pertamanya untuk gelar WBC PADA TAHUN 1975.

Popularitas-tinju-Thailand

Namun, poster petinju Thailand ini adalah satu-satunya Hal of Fame Khaosai Galaxy mereka. Kelas Terbang Super ini mencatatkan 41 kemenangan beruntun yang membawanya ke Canastota, termasuk 19 pertahanan mahkota WBA-nya (12 berturut-turut) dalam rentang tujuh tahun.

Saat ini, Kelas Terbang Mini Panya Pradabsri dan Thammanoon Niyomtrong adalah pemegang gelar saat ini, keduanya berasal dari Thailand.

Venue Terkenal di Thailand

Sejarah Thailand yang penuh warna dengan pengalaman manis mereka seputar Muay Thai telah menjadikan Thailand sebagai ikon tinju tersendiri.

Secara tradisional, duo Lumpinee dan Rajadamnern memiliki aura tersendiri. Selain itu, ada Pone Kingpetch yang bertanding dan menang disini.

Sebagai tambahan, tempat tinggal Saensak di Hua Mark, dimana ia bertarung dan memenangkan empat pertandingan pro pertamanya. Serta Arena Nimibutr dan Nonthaburi yang merupakan salah satu tempat seni bela diri di Thailand

M88 Mansion

Dapatkan promosi menarik dari MannyMansion88 dan daftar di M88 Mansion untuk mainkan game nya.