Biografi Manny Pacquiao

Emmanuel Dapidran Pacquiao adalah mantan petinju profesional Filipina. Ia aktif di dunia hiburan, mantan pelatih & pemain basket, dan Senator Filipina di Kongres 17 (masa jabatan penuh 2016 hingga 2022).

Lahir di Kibawe, Bukidnon pada 1978, Pacquiao dibesarkan di General Santos, yang juga merupakan asal Nonito Donaire dan Rolando Navarrete. Mereka merupakan sesama petinju. Pacquiao adalah anak keempat dari enam bersaudara dari ibunya Dionisia dan ayah Rosalion. Kedua orang tuanya telah berpisah. Ia juga memiliki seorang adik laki-laki bernama Bony yang juga mantan petinju seperti dirinya.

Pacquiao menikah dengan Jinkee Jamora, seorang pramuniaga mal pada tahun 1999. Mereka dikaruniai 5 orang anak, dengan Jimuel mengikuti jejak sang ayah sebagai petinju. Sementara putranya yang lain, Michael adalah calon artis rap.

Karier Tinju Pacquiao

Pacquiao dianggap sebagai salah satu petinju terhebat yang penah menghiasi ring. Meraih gelar Juara Dunia 12 kali dalam 8 kategori kelas berat yang berbeda dalam kariernya dari tahun 1995 hingga 2021. Ia juga satu-satunya petinju yang pernah memegang kejuaraan dunia di empat dekade yang berbeda.

Dia melakukan debut pro pada tahun 1995, saat itu juga ditayangkan di program televisi Blow by Blow di Filipina yang menyiarkan pertarungan pertamanya disana.

Dia kemudian memenangkan gelar dunia pertamanya pada tahun 1998 stelah mengalahkan Chatchai Sasakul di ronde kedelapan untuk merebut sabuk kelas flyweight WBC. Tiga tahun kemudian, ia melakukan debutnya di Amerika dalam waktu singkat untuk merebut mahkota kelas Super bantamweight IBF dari Lehlohonolo Ledwaba dengan TKO ronde keenam.

Namun, momen yang menentukan kariernya datang pada tahun 2003. Ketika ia mengalahkan legenda Meksiko, Marco Antonio Barrera di Texas untuk mengklaim gelar kelas featherweight. Maka, ketika ronde kesebelas berhenti, ini membuat Pacquiao menjadi sensasi global.

Dia menjadi terkenal karena persaingannya dengan Erik MOrales dan Juan Manuel Marquez. Saat ia bertarung dengan mereka tiga kali dan empat kali, sabuk kejuaraan pun dipertaruhkan.

Bagimanapun juga, saat Pacquiao pensiun sebulan setelah pertarungan terakhirnya, yang merupakan kekalahan mutlak dari Yordenis Ugas dari Kuba pada Agustus 2021. Dia memiliki rekor karier 62 kemenangan (39 KO, 8 kekalahan dan 2 seri).

Detail foto: Kedua petinju legendaris, Manny Pacquiao dari Filipina dan Chris John dari Indonesia dalam sebuah foto saat Pacquiao berkunjung ke Indonesia. John memposting foto tersebut dalam akun instagram resminya sambil menuliskan ucapan selamat atas pensiun nya Pacquiao dari dunia tinju.

Karier Basket Pacquiao

Pacquiao juga memasuki dunia basket pada tahun 2014. Saat itu, ia ditunjuk sebagai pelatih kepala perdana Kia (sekarang TerraFirma Dyip) dari PBA dan kemudian menjadi pemain ketika waralaba tersebut membawanya ke urutan ke 11 dalam draft.

Dia kemudian menghabiskan tiga tahun waktunya dengan waralaba tersebut dan berakhir pada 2017.

Tahun berikutnya, ia mendirikan liganya sendiri, Liga Bola Basket Maharlika Pilipinas dengan penekanan pada tim berbasis regional. MPBL menjadi hit selama tiga musim. Dan saat ini sedang digelar kampanye keempatnya.

Karier Politik Pacquiao

Pacquiao memasuki dunia politik pada tahun 2007 ketika ia mencalonkan diri dan kalah dari Darlene Antonio Custodio dalam perlombaan kongres Cotabato Selatan.

Tiga tahun kemudian, ia menjadi pembunuh dinasti ketika ia mengalahkan Roy Chongbian untuk mendapatkan kursi DPR Srangani di Kongres ke 15 dan mempertahankannya pada 2013.

Kemudian pada 2016, Pacquiao memasuki perlombaan senat sebagai kandidat Alliansi Nasinalis Bersatu Jejomar Binay dan menang dengan finis ke 7, bergabung dengan Kongres ke 17.

Dia kemudian mencalonkan diri dalam pemilihan Presiden 2022. Tetapi ia berada di posisi ketiga.